Pedoman Penulisan TA

Download Pedoman (.pdf)

PEDOMAN PENULITAS TUGAS AKHIR

JURUSAN PENDIDIKAN AKUNTANSI

 

 

TIM PENYUSUN

JURUSAN PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2011

 
 

i

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji Syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga tim penyusun dapat menyelesaikan penyusunan Pedoman Penyusunan Tugas Akhir ini dengan lancar. Pedoman Penulisan Tugas Akhir ini diterbitkan agar dapat dipakai sebagai acuan bagi dosen dan mahasiswa di lingkungan Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta dalam proses penyusunan Tugas Akhir. Penyusunan Pedoman Penyusunan Tugas Akhir ini mengacu pada Buku Pedoman Tugas Akhir yang disusun oleh FISE UNY berdasarkan SK Dekan FISE Nomor 159 Tanggal 12 Mei Tahun 2011 tentang Pedoman Tugas Akhir Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi.

Tim penyusun mengucapkan banyak terima kasih dengan tulus kepada semua Bapak dan Ibu dosen Jurusan Pendidikan Akuntansi FE UNY yang telah memberikan masukan konstruktif demi kesempurnaan buku pedoman penulisan tugas akhir ini. Buku pedoman penyusunan tugas akhir ini bersifat fleksibel, oleh karena itu dalam praktiknya, dosen dan mahasiswa dapat menggunakan tatanan berbeda yang lebih relevan dengan desain dan tujuan penelitian yang akan dicapai. Tim penyusun berharap, semoga kehadiran buku ini dapat menjembatani munculnya perbedaan dalam penyusunan Tugas Akhir bagi para dosen dan mahasiswa.

Tim penyusun tugas akhir sudah bekerja semaksimal mungkin, namun demikian tim penyusun tugas akhir menyadari sepenuhnya bahwa buku pedoman ini masih belum sempurna, sehingga segala kritik dan saran konstruktif masih sangat diharapkan. Atas segala kritik dan saran diucapkan terima kasih.

 

Yogyakarta, Oktober 2011

 

 

 

Tim penyusun

 

 
 

ii


DAFTAR ISI

 

Halaman

HALAMAN JUDUL……………………………………………………………….. i

KATA PENGANTAR……………………………………………………………… ii

DAFTAR ISI……………………………………………………………………….. iii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………… 1

A. Maksud dan Tujuan Pedoman ……………………………………........ 1

B. Tugas Akhir Skripsi dan Tugas Akhir Bukan Skripsi…………............ 1

C. Persyaratan Akademik dan Administrasi…………………… ................... 2

BAB II TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN TUGAS AKHIR SKRIPSI..................... 3

A. Usulan TAS………………………………………………........................ 3

B. Dosen Pembimbing…………………………........................................... 5

C. Pelaksanaan Penelitian…………………………………………………… 5

D. Ujian TAS…………………………………............................................. 6

E. Tahap Penyelesaian………………………….………….......................... 7

F. Sistematika TAS ..................................................................................... 8

G. Perangkat Kelengkapan Administrasi Penyelesaian TAS......................... 15

Bab III Bahasa dan TATA TULIS ………………………………………………... 16

A. Bahasa dan Tata Tulis………………...…………............................................ 16

B. Tata Tulis………………………………………………………................... 17

C. Etika Penyusunan TAS dan TABS …………………………………........... 22

LAMPIRAN-LAMPIRAN…………………………………………………………........ 24

PEDOMAN KHUSUS ............................................................................................. 43

  1. Penelitian Tindakan Kelas ……………………………………………………. 43
  2. Perancangan Sistem ……………………………………………………………. 52
 
 

iiii

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Maksud dan Tujuan Pedoman

Pedoman Penulisan Tugas Akhir Skripsi (TAS) dan ini dimaksudkan sebagai rambu-rambu bagi mahasiswa program sarjana yang sedang menyiapkan TAS. Rambu-rambu ini mengatur hal-hal yang bersifat substantif maupun teknis secara garis besar, dengan kemungkinan pengembangan dan penyesuaian lebih lanjut, sejalan dengan keragaman topik, pendekatan, proses, dan hasil penelitian dalam bidang studi tertentu. Sesuai dengan karakteristik sebagai pedoman umum, hanya hal-hal esensial saja yang diatur dalam pedoman ini, sedangkan hal-hal yang lebih khusus diserahkan kepada jurusan/program studi untuk mengembangkan, sejalan dengan proses penelitian dan bimbingan yang dialaminya.

Tujuan pokok disediakannya buku pedoman ini untuk menjamin agar mahasiswa, dosen pembimbing, tim verifikasi tugas akhir, dan narasumber mempunyai pegangan umum yang seragam dalam memahami, melaksanakan, dan memenuhi kriteria baku mutu dalam proses penyusunan tugas akhir. Keseragaman ini bertujuan menjamin kualitas proses dan hasil penelitian yang diangkat menjadi TAS sehingga pengalaman penyusunan tugas akhir dapat secara simultan merupakan pengalaman profesional yang bermanfaat, baik bagi mahasiswa, dosen pembimbing maupun institusi.

 

B. Tugas Akhir Skripsi

1. Tugas Akhir Skripsi yang diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh derajat sarjana harus memenuhi kriteria berikut.

a. Merupakan karya asli hasil penelitian ilmiah yang mengikuti prosedur yang benar (berkualitas tinggi).

b. Menunjukkan kemampuan dan kemandirian mahasiswa yang bersangkutan dalam penemuan, aplikasi, dan/ atau pengembangan teori dalam bidangnya.

c. Mempunyai nilai manfaat yang tinggi untuk pengembangan teori atau praktik pelaksanaan pendidikan dalam bidang tertentu.

2. Tugas Akhir Bukan Skripsi yang diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk

memperoleh derajat sarjana harus memenuhi kriteria berkut.

a.

1

Merupakan karya asli

b.

2

Menunjukkan kemampuan dan kemandirian mahasiswa yang bersangkutan dalam

berpikir sistematik dan multidisipliner;

c. Menunjukkan kemampuan dan kemandirian mahasiswa yang bersangkutan dalam penemuan, aplikasi atau pengembangan teori dalam bidangnya;

d. Mempunyai nilai manfaat yang tinggi untuk pengembangan teori atau praktik

pelaksanaan pendidikan dalam bidang tertentu.

 

C. Persyaratan Akademik dan Administratif

1.Persyaratan akademik bagi mahasiswa yang akan menyusun TAS

sebagai berikut.

a. Telah menempuh dan lulus mata kuliah teori sekurang-kurangnya 110 sks.

b. Mempunyai lndeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2.00.

c. Mengajukan proposal penelitian atau penyusunan makalah yang sudah memperoleh persetujuan tertulis dari Penasehat Akademik (PA), Ketua Jurusan/Program Studi, Tim Verifikasi, Dosen Pembimbing.

d. telah melaksanakan seminar proposal.

2. Persyaratan administratif bagi mahasiswa yang akan menyusun TAS

sebagai berikut.

a. Terdaftar resmi sebagai mahasiswa Program Sarjana sekurang-kurangnya enam

semester berturut-turut.

b. Tidak dalam status mengambil masa selang (cuti kuliah).

c. Telah memenuhi kewajiban membayar biaya pendidikan sampai dengan semester bersangkutan.

d. Mencantumkan mata kuliah TAS yang disediakan oleh Jurusan/Program

Studi pada Kartu Rencana Studi (KRS).

 
 

 

 

 

 

BAB II

TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN TUGAS AKHIR SKRIPSI

 

A. Usulan TAS

Pada prinsipnya Fakultas dan Jurusan/Program Studi menganjurkan mahasiswa yang akan menyusun TAS mempersiapkan segala sesuatunya sedini mungkin, mengingat yang akan dihasilkan merupakan kulminasi dari hasil studinya. Persiapan awal dimulai sejak mengikuti matakuliah metodologi penelitian dan/atau penulisan karya ilmiah. Dengan cara ini diharapkan usulan tema yang akan diangkat menjadi TAS bukan merupakan hasil pemikiran sepintas dan terburu-buru, tetapi merupakan hasil pemikiran yang sistematis.

1. Tahap pengusulan TAS

Mahasiswa yang telah memenuhi peryaratan akademik dan administratif yang akan mulai menyusun TAS harus mengikuti tahapan.

a. Mengajukan rencana penyusunan TAS kepada Penasehat Akademik (PA) untuk mendapat pertimbangan dan persetujuan.

b. Menghubungi Tim Verifikasi dengan membawa format yang disediakan jurusan/program studi untuk memperoleh pertimbangan/persetujuan kelayakan rencana tersebut.

c. Melaporkan rencana yang telah mendapat persetujuan Tim Verifikasi kepada Ketua Jurusan/Program Studi untuk didaftar dan ditetapkan calon dosen pembimbing.

d. Calon dosen pembimbing menyatakan kesediaan menjadi pembimbing dengan

membubuhkan tanda tangan pada formulir kesediaan.

2. Proposal TAS memuat uraian sebagai berikut.

a. Pendahuluan

Pendahuluan memuat uraian tentang:

1) latar belakang masalah atau rasional yang mendasari pentingnya masalah atau

alasan mengapa topik itu perlu dikaji;

2) identifikasi masalah;

3) pembatasan masalah;

4) rumusan masalah;

3

5) tujuan penelitian yang diharapkan dari hasil penelitian tersebut;

4

6) manfaat atau kegunaan hasil penelitian.

b. Kajian pustaka

Kajian pustaka memuat uraian tentang.

1) Deskripsi teori, temuan empirik dan/atau pemikiran mutakhir tentang berbagai

hal yang relevan dengan permasalahan yang akan diteliti.

2) Kerangka fikir, memuat gambaran tentang pola hubungan antar variabel

(paradigma) yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian.

3) hipotesis (kalau ada) atau pertanyaan penelitian.

c. Metode Penelitian

Metode penelitian memuat uraian.

1) Desain penelitian yang dipilih, misalnya studi kasus, survei, eksperimen dan/

atau penelitian partisipatif.

2) Jenis variabel.

3) Definisi operasional variabel, diuraikan macam dan cara memaknai variable.

4) Populasi, diuraikan dengan jelas apa/siapa yang ditetapkan sebagai populasi.

5) Sampel, diuraikan penetapan jumlah, teknik pengambilan, dan rasional yang digunakan.

6) Instrumen penelitian, diuraikan jenisnya: buatan sendiri atau mengadopsi yang sudah ada.

7) Teknik pengumpulan data, diuraikan pilihan cara pengumpulan data yang akan dilakukan.

8) Teknik analisis data, diuraikan jenis analisis yang digunakan (deskriptif, statistic parametrik atau yang lain).

Proposal TAS disusun dalam bentuk bagian-bagian, setiap bagian diberi nomor dengan huruf kapital, tidak dalam bentuk bab perbab.

d. Seminar Proposal

Proposal penelitian yang sudah disetujui dosen pembimbing harus diseminarkan dalam forum seminar proposal.

Ketentuan penyelenggaraan seminar.

 

1) Mahasiswa menyiapkan proposal termasuk instrumen sebanyak peserta seminar.

2) Peserta seminar :

5

a) dosen narasumber;

b) mahasiswa lain calon penyusun TAS sekurang-kurangya tujuh orang.

3) Pakaian yang dikenakan.

a) Dosen mengenakan pakaian yang rapi dan sopan.

b) Mahasiswa mengenakan pakaian yang rapi dan sopan.

4) Mahasiswa harus sudah mengikuti seminar proposal oleh mahasiswa dari

jurusan/prodi yang bersangkutan sekurang kurangnya 5 (lima) kali.

5) Undangan seminar harus ditandatangani oleh Ketua Jurusan/Program Studi.

B. Dosen Pembimbing

Ketentuan tentang dosen pembimbing TAS sebagai berikut.

1. Syarat pembimbing TAS

a. Telah menduduki jabatan akademik serendah-rendahnya Asisten Ahli bagi dosen berijazah S3, Lektor bagi berijazah S2 dan Lektor Kepala bagi yang berijazah S1

b. menyatakan secara tertulis kesediaan menjadi pembimbing.

2. Jumlah pembimbing TAS sebanyak 1 (satu) atau 2 (dua) orang. Apabila pembimbing berjumlah dua orang, pembimbing I memberikan bimbingan yang berkaitan dengan substansi materi, pembimbing II memberikan bimbingan yang berkaitan dengan metodologi dan tata tulis. Pembimbing I dan II ditentukan dan diusulkan oleh Ketua Jurusan/Program Studi kepada dekan untuk diterbitkan Surat Keputusan.

C. Pelaksanaan Penelitian

Tugas Akhir Skripsi disusun berdasarkan hasil penelitian atau kajian pustaka. Pelaksanaan penelitian atau kajian pustaka harus dilakukan secara cermat, jujur, dan obyektif, dengan memperhatikan hal-hal berikut.

1. Proposal harus sudah mantap sehingga tidak menemui kebingungan di lapangan akibat proposal yang belum jelas arah dan operasionalisasinya.

2. Pengurusan perizinan memerlukan persiapan yang cukup waktu dan dana.

3.

 

Sebelum memulai proses penelitian, mahasiswa perlu melakukan prasurvai ke lokasi penelitian (baik laboratorium, sekolah, masyarakat maupun setting lainnya) agar diperoleh gambaran tentang kemungkinan adanya kendala.

4.

 

Selama proses penelitian, perlu diusahakan ada kontak dengan pembimbing, sehingga hal-hal yang memerlukan pertimbangan atau persetujuan pembimbing dapat diperoleh secepatnya agar terhindar dari kesalahan.

6

5. Selama proses penulisan laporan TAS, dalam berkonsultasi dan pembimbingan

dengan dosen pembimbing menggunakan kartu bimbingan.

6. Mahasiswa harus menggunakan Pedoman Tugas Akhir sebagai acuan dalam penyelesaian TAS.

D. Ujian TAS

1. Pelaksanaan Ujian TAS

Ujian TAS dilaksanakan apabila semua pembimbing sudah memberikan persetujuan terhadap naskah yang disusun oleh mahasiswa. Ujian merupakan forum untuk mempertanggungjawabkan isi naskah di depan sidang Tim Penguji.

Ketentuan Ujian TAS

a. Persyaratan Akademik.

1) Naskah TAS harus sudah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing.

2) Naskah digandakan sebanyak empat eksemplar.

3) Undangan dan naskahTAS harus sudah diserahkan kepada Tim Penguji selambat-

lambatnya lima hari sebelum pelaksanaan ujian.

b. Persyaratan Administratif

Pada waktu ujian, mahasiswa harus menunjukkan kepada Tim Penguji.

1) Kartu tanda mahasiswa yang masih berlaku,

2) Kuitansi pembayaran biaya pendidikan semester terakhir,

3) Surat Keputusan Pembimbing,

4) Surat Keputusan Tim Penguji,

5) Keterangan bebas teori,

6) Kartu Rencana Studi terakhir,

7) Dokumen hasil studi,

8) Ijazah SLTA atau ijazah terakhir, asli dan foto kopi sah,

9) Keterangan cuti kuliah (apabila mengambil),

10) Kartu bimbingan,

11) Lembar pengesahan proposal TAS

12) Lembar persetujuan ujian dari pembimbing,

13) Foto kopi sah sertifikat KKL

7

c. Tim Penguji

Susunan Tim penguji terdiri.

1) KetuaTim Penguji Merangkap Penguji

2) Penguji Pendamping Merangkap Sekretaris.

3) Penguji Utama

d. Pakaian

Ketentuan pakaian yang dikenakan.

1) Penguji pria mengenakan hem lengan panjang berdasi atau batik.

2) Penguji wanita menyesuaikan, rapi dan sopan.

3) Mahasiswa:

a. Mahasiswa laki-laki mengenakan baju warna putih lengan panjang, berdasi,

b. celana panjang warna gelap, dan bersepatu.

c. Mahasiswa putri mengenakan baju warna putih lengan panjang, bawahan rok

d. warna gelap, dan bersepatu (jilbab warna putih bagi yang mengenakan).

4) Waktu ujian

Mahasiswa melapor kepada Ketua Jurusan/Program Studi dan Bagian Akademik Fakultas untuk mendapatkan kepastian waktu pelaksanaan ujian.

5) Keputusan hasil ujian skripsi:

a) lulus tanpa perbaikan;

b) lulus dengan perbaikan;

c) tidak lulus, mengulang dengan perbaikan;

d) tidak lulus dan harus menyusun skripsi baru.

6) Mahasiswa tidak diperbolehkan menyediakan makanan/minuman pada saat pelaksanaan ujian.

E. Tahap Penyelesaian

Tahap penyelesaian TAS meliputi:

1. Perbaikan naskah

Ketentuan tentang perbaikan (apabila diputuskan harus dilakukan perbaikan).

a. Mahasiswa berkewajiban menghubungi semua anggota Tim Penguji

untuk memperoleh persetujuan terhadap hasil perbaikan yang telah dilakukan.

b. Lama waktu perbaikan naskah maksimum satu bulan.

c. Hasil akhir perbaikan harus tidak ada kesalahan dan ralat.

8

d Naskah yang sudah selesai diperbaiki dimintakan pengesahan dari Tim Penguji.

2. Ketentuan tentang pengesahan.

a. Dalam waktu yang ditetapkan mahasiswa belum berhasil menyelesaikan perbaikan

sesuai keputusan, mahasiswa harus menempuh ujian ulang dengan selang waktu satu bulan.

b. Apabila ketentuan huruf ” a” tidak dapat dipenuhi, mahasiswa harus membuat TAS

baru dengan langkah yang sama dengan penyusunan TAS yang diatur dalam

Buku Pedoman ini.

3. Penyelesaian Persyaratan Administratif

Mahasiswa yang sudah mendapatkan pengesahan naskah TAS dari Tim Penguji dan

dekan, harus melakukan penggandaan dan penjilidan.

Naskah TAS digandakan sesuai peruntukan sebagai berikut:

a. satu eksemplar untuk mahasiswa yang bersangkutan;

b. satu keping CD untuk Bagian Akademik Fakultas;

c. satu atau dua eksemplar untuk dosen pembimbing atau dalam bentuk CD

d. satu eksemplar untuk Perpustakaan Fakultas;

e. satu eksemplar atau lebih untuk pihak lain yang memerlukan.

F. Sistematika TAS

1. Bagian Depan

a. Sampul

Sampul TAS memuat judul, maksud penulisan, lambang Universitas Negeri Yogyakarta, nama lengkap dan nomor induk mahasiswa, nama jurusan/program studi, nama fakultas, universitas, dan tahun penyelesaian. Sampul dibuat dari karton tebal warna merah muda (pink) dengan tulisan emas. (Contoh sampul lihat Lampiran 1).

b. Halaman Kosong

Halaman kosong dimaksudkan sebagai sarung isi TAS, dan ditempatkan di antara sampul TAS dan halaman judul

c. Halaman Judul

Halaman judul sama dengan halaman sampul, diketik pada kertas HVS warna putih

d. Abstrak

9

Ketentuan Isi Abstrak dengan urutan:

1) ABSTRAK;

2) judul TAS;

3) nama dan NIM penulis;

4) Isi abstrak terdiri atas tiga alinea (paragrap):

a. alinea pertama berisi uraian singkat mengenai permasalahan dan tujuan penelitian;

b. alinea kedua berisi metode penelitian, mencakup populasi, sampel, teknik pengumpulan data, dan analisis data;

c. alinea ketiga berisi hasil penelitian dan simpulan.

5) Abstrak diketik dalam satu halaman, spasi tunggal (contoh ABSTRAK lihat di lampiran 8 dan 9).

e. Lembar Pengesahan

Halaman Lembar Pengesahan memuat bukti pengesahan akademik dan administratif oleh Tim Penguji TAS dan Dekan FE –UNY.Unsur-unsur yang dituliskan pada halaman pengesahan dapat dilihat pada (Contoh Lembar Pengesahan lihat Lampiran 7 )

f. Halaman Persembahan

Halaman persembahan dimaksudkan untuk menyampaikan kata-kata mutiara

atau persembahan yang dikemukakan oleh penyusun TAS untuk pribadi yang

betul-betul berjasa dalam penyelesaian TAS. Halaman ini bersifat tentatif (lihat lampiran 5)

g. Kata Pengantar

Kata Pengantar memuat informasi secara garis besar maksud penulisan TAS dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang secara langsung berjasa dalam penulisan TAS (lihat lampiran 10).

h. Daftar Isi

Daftar Isi memuat secara terperinci isi keseluruhan TAS beserta nomor halaman.Ketentuan penulisan daftar isi:

1) Daftar isi dimulai dari abstrak sampai dengan lampiran.

2) Halaman sampul, judul, pengesahan, dan persembahan, tidak perlu dimasukkan ke dalam daftar isi, akan tetapi tetap diberikan nomor halaman menggunakan angka romawi kecil.

10

3) Daftar Isi diketik satu spasi, jarak antar bab diketik dua spasi. Isi TAS disajikan dalam bentuk bab, subbab dan/atau tingkat hierarki judul yang lebih terperinci lagi dengan menganut sistematika tertentu. Mahasiswa harus mengikuti ketentuan dalam buku Pedoman Penulisan Tugas Akhir (Lampiran 11)

2. Bagian Tengah

Bagian Tengah memuat isi skripsi yang disajikan dalam bentuk bab, sub-babdan anak sub-bab. Uraian bagian tersebut sebagai berikut.

a. Pendahuluan

Bab pendahuluan berisi hal-hal sebagai berikut.

1) Latar belakang masalah menjelaskan rasional atau justifikasi penelitian dilihat dari latar belakang pemilihan permasalahan yang diteliti.

2) Identifikasi masalah berisi kajian berbagai masalah yang relevan dengan ruang lingkup dan kedalaman masalah serta variabel yang akan diteliti

3) Pembatasan masalah dibuat sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek metodologis, kelayakan dilapangan dan keterbatasan yang ada pada penulis tanpa mengorbankan kebermaknaan arti, arti, konsep atau judul yang diteliti.

4) Perumusan masalah dinyatakan dalam kalimat Tanya yang lugas dan jelas

5) Tujuan penelitian menyatakan target penelitian yang akan dicapai yang merupakan penyelesaian permasalahan yang diajukan.

6) Manfaat penelitian menjelaskan manfaat temuan penelitian, baik secara teoritis maupun praktis.

b. Kerangka teori atau kajian pustaka

Bab ini berisi bagian-bagian sebagai berikut.

1) Deskripsi teori dan penelitian yang relevan

Bagian ini berisi kajian berbagai teori dan hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. Dalam kajian ini, peneliti melakukan sintesis terhadap teori yang relevan agar diperoleh legitimasi konseptual terhadap variabel yang akan diteliti. Unsur-unsur suatu teori hendaknya nampak secara jelas, seperti definisi, asumsi, hubungan antar variabel dan daya penjelasnya terhadap masalah yang diteliti.

2)

11

Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir berisi gambaran pola hubungan antar variabel atau kerangka konsep yang akan digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, disusun berdasar kajian teoritik yang telah dilakukan.

3) Hipotesis Penelitian atau alternatifnya

Hipotesis atau alternatifnya dirumuskan secara singkat, lugas, dan jelas yang dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Dikatakan demikian agar hipotesis dapat diujikan atau dijawab sesuai dengan teknik analisis yang telah ditentukan. Tidak semua penelitian memerlukan rumusan hipotesis, sehingga bagian ini harus disesuaikan.

Catatan:

Penelitian yang menggunakan pendekatan selain positivism tidak mendasarkan desaian penelitiannya pada teori, sehingga Bab II biasanya berisi kajian pustaka untuk membahas penelitian atau konsep yang relevan yang sudah ada dalam literatur.

c. Metode Penelitian

Metode penelitian berisi hal-hal sebagai berikut:

1) Desain penelitian

Desai penelitian yang digunakan perlu dinyatakan secara jelas.

2) Definisi Operasional Variabel

Bagian ini menjelaskan definisi operasional variabel penelitian yang akan diteliti

3) Populasi dan Sampel Penelitian

Bagian ini menjelaskan wilayah generalisasi atau populasi penelitian, penetapan jumlah sampel, tehnik pengambilannya, serta rasionalnya.

4) Instrumentasi dan Teknik Pengumpulannya

Bagian ini menjelaskan semua alat ukur yang digunakan, teknik dan proses pengumpulan data, serta teknik penentuan kualitas instrument(validtas, reliabilitas, indeks kesulitan, daya beda dan seabagainya)

5) Teknik Analisis Data

Bagian ini menjelaskan berbagai teknik analisis yang dipilih beserta rasionalnya.

12

Catatan:

Untuk penelitian kualitatif harus dijelaskan pemilihan setting penelitian, rencana untuk memasuki fase-fase observasi, teknik triangulasi data dan kemungkinan tema-tema yang akan mendasari pengelompokan dan analisis datanya.

d. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Hasil penelitian berisi deskripsi dan pemaknaan terhadap semua data hasil penelitian yang ada; hipotesis penelitian (jika ada) diuji dan ditafsirkan maknanya secara konseptual.

Pembahasan berisi jawaban permasalahan yang diajukan dan penjelasan mengapa dan bagaimana hasil-hasil penelitian itu terjadi.

e. Simpulan dan Saran

Simpulan berisi simpulan hasil penelitian yang merupakan jawaban secara tegas dan lugas atas rumusan masalahnya. Saran berisi usulan konkret serta operasional yang merupakan tindaklanjut sumbangan penelitian terhadap perkembangan IPTEKS.

3. Bagian Akhir

a. Daftar Pustaka

Daftar Pustaka hanya memuat identitas semua buku, jurnal, laporan penelitian, dan

sumber-sumber rujukan lain, yang digunakan dalam penulisan TAS. yang disebut dalam bagian isi. Daftar Pustaka disusun menurut format khusus yang cara penulisannya diuraikan pada bagian lain buku pedoman ini (Lihat lampiran 17).

b. Lampiran

Lampiran memuat semua dokumen atau bahan penunjang yang diperlukan dalam penulisan TAS atauTABS, tetapi mengganggu apabila dimasukkan dalam bagian isi. Lampiran TAS meliputi surat izin penelitian, instrumen penelitian, rumus-rumus dan penghitungan statistik yang dipakai, prosedur penghitungan, dan hasil uji coba instrumen.

4. Isi TAS Tugas Akhir Skripsi disusun dengan sistematika sebagai berikut.

a. BAB I. PENDAHULUAN

13

Bab pendahuluan memuat hal-hal sebagai berikut.

1) Latar Belakang Masalah, menjelaskan rasional atau justifikasi penelitian dilihat dari latar belakang pemilihan permasalahan yang diteliti;

2) Identifikasi Masalah, berisi berbagai masalah yang relevan dengan ruang lingkup dan kedalaman ma­salah serta variabel yang akan diteliti;

3) Pembatasan Masalah, dibuat sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek metodologis, kelayakan di lapangan, dan keterbatasan yang ada pada penulis, tanpa mengorbankan kebermaknaan, konsep, dan permasalahan yang diteliti;

4) Rumusan Masalah, disajikan secara lugas dan jelas Rumusan masalah menggunakan kalimat tanya. Rumusan masalah dapat dibagi sampai pada sub-sub masalah.

5) Tujuan Penelitian, menyatakan temuan penelitian yang akan dicapai. Banyaknya tujuan penelitian tidak harus sama dengan banyaknya rumusan masalah.

6) Manfaat Penelitian, menjelaskan manfaat temuan penelitian, baik yang bersifat teoritis maupun praktis.

b. BAB II. KAJIAN TEORI atau KAJIAN PUSTAKA

Bab ini memuat bagian-bagian sebagai berikut.

1. Kajian Teoritis

Bagian ini memuat analisis berbagai teori yang relevan dengan masalah yang diteliti.

2. Peneliti melakukan sintesis terhadap teori yang relevan agar diperoleh legitimasi konseptual terhadap variabel yang diteliti. Unsur-unsur teori tampak jelas, seperti

definisi, asumsi, hubungan antar variabel, dan daya penjelasan terhadap masalah

yang diteliti.

3. Penelitian yang Relevan

Bagian ini memuat analisis berbagai hasil penelitian yang relevan dengan masalah

yang diteliti. Peneliti melakukan sintesis terhadap hasil penelitian yang relevan agar diperoleh legitimasi konseptual terhadap variabel yang diteliti.

4. Kerangka Pikir

Kerangka pikir memuat gambaran pola hubungan antar variabel atau kerangka konseptual yang digunakan untuk memecahkan masalah yang diteliti, disusun berdasarkan kajian teoritis dan hasil –hasil penelitian yang relevan.

5.

14

Hipotesis Penelitian

Hipotesis (kalau ada) merupakan rumusan jawaban sementara terhadap permasalahan yang diteliti. Hipotesis dirumuskan secara singkat, lugas, jelas, dan hipotesis dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan. Hipotesis harus dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang telah diuraikan.

Apabila peneliti tidak mengajukan rumusan hipotesis, harus dirumuskan pertanyaan penelitian secara jelas atas dasar kajian teoritis yang telah diuraikan.

c. BAB III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian memuat hal-hal berikut.

1. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan harus sesuai dengan masalah yang diteliti, dan harus dinyatakan secara jelas.

2. Definisi Operasional Variabel

Bagian ini dituliskan definisi operasional semua va­riabel yang ada dalam penelitian.

3. Populasi

Bagian ini peneliti harus dijelaskan wilayah generalisasi atau populasi penelitian

4. Sampel

Bagian ini peneliti harus menjelaskan penetapan jumlah sampel, teknik pengambilan sampel, dan rasionalnya.

5. Instrumen Pengumpulan Data

Bagian ini dijelaskan semua alat pengumpul data yang digunakan dan teknik penentuan kualitas instrumen (validitas, estimasi reliabilitasnya). Khusus untuk tes hasil belajar perlu dicari indeks kesulitan, daya beda, analisis distraktor, dan sebagainya.

6. Teknik Pengumpulan Data

Bagian ini dijelaskan semua teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data (lembar observasi, pedoman wawancara, angket, tes), dan lain-lain.

7. Teknik Analisis Data

Bagian ini peneliti harus menjelaskan teknik analisis yang dipilih beserta rasionalnya. Untuk penelitian kualitatif peneliti harus menjelaskan pemilihan setting penelitian, rencana untuk memasuki fase-fase observasi, teknik triangulasi data, alasan yang mendasari pengelompokan, dan analisis data.

15

d. BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini memuat deskripsi dan pembahasan hasil penelitian. Peneliti harus melakukan penafsiran dan pemaknaan terhadap semua hasil penelitian yang ada. Pada bagian ini, hipotesis penelitian (jika ada) diuji dan ditafsirkan maknanya secara konseptual. Dalam pembahasan hasil penelitian, juga menjawab permasalahan yang diajukan peneliti, dan memberikan penafsiran untuk menjelaskan mengapa dan bagaimana hasil-hasil penelitian itu terjadi atas dasar kajian teori dan hasil penelitian yang relevan. Selain itu, peneliti secara jujur menyatakan keterbatasan penelitian.

e. BAB V. SIMPULAN DAN SARAN

Bab ini memuat simpulan hasil penelitian secara jelas dan lugas sesuai dengan permasalahan penelitian. Peneliti juga memberikan saran secara operasional berdasarkan temuan penelitian. Saran tersebut merupakan tindak lanjut hasil penelitian bagi perkembangan teori ataupun praktik di bidang yang diteliti. Peneliti juga dapat mendeskripsikan implikasi hasil penelitian yaitu hal-hal yang mungkin terjadi dari hasil penelitian.

G. Perangkat Kelengkapan Administrasi Penyelesaian TAS atau TABS

1. Formulir pendaftaran judul, verifikasi kelayakan judul, pernyataan kesediaan menjadi pembimbing, pernyataan kesediaan menjadi narasumber, surat pernyataan keaslian skripsi, pernyataan kesediaan menjadi tim penguji, disediakan oleh jurusan/program studi masing-masing.

2. Formulir Kartu Monitoring Pembimbingan TAS atau TABS, formulir penilaian ujian TAS atau TABS, Berita Acara Ujian, Konversi nilai TAS atau TABS dari angka menjadi huruf, formulir pengesahan setelah selesai direvisi, disediakan oleh Subagian Akademik Fakultas.

 

 

 

 

 

 

BAB III

BAHASA DAN TATA TULIS

A. Bahasa dan Format

Ketentuan tentang bahasa dan tata tulis TAS atau TABS meliputi:

1. Bahasa

a. bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia baku;

b. tata cara penulisan mengikuti aturan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

2. Kertas dan huruf

a. Ukuran kertas

Naskah TAS atau TABS diketik pada kertas HVS warna putih, ukuran kuarto (21cm x 28 cm),berat 70 gram. Apabila di dalam tulisan harus dipergunakan kertas khusus, seperti kertas milimeter untuk grafik, kertas kalkir untuk bagan, dan sejenisnya, boleh digunakan kertas di luar batas ukuran yang telah ditentukan, kemudian dilipat sesuai dengan ukuran kertas naskah yang telah ditentukan.

b. Sampul

Sampul luar menggunakan karton tebal warna merah dan dilapis plastik bening. Tulisan pada sampul luar menggunakan huruf berwarna kuning emas.

c. Jenis huruf

Naskah TAS atau TABS diketik menggunakan huruf Time New Roman font 12.

d. Huruf miring

Huruf miring digunakan untuk pengetikan:

1. judul buku, majalah,atau nama publikasi lain pada daftar pustaka;

2. istilah, kosakata, kalimat dalam bahasa selain bahasa Indonesia yang masuk dalam teks;

3. huruf, kosakata, atau kalimat sebagai aspek linguistik;

4. nama spesies atau varietas dalam ilmu biologi;

5. simbol-simbol dalam rumus statistik atau aljabar

b.

16

Format pengetikan

a.

17

Spasi

Naskah TAS atau TABS diketik dengan jarak antar baris dua spasi. Khusus untuk judul tabel dan judul gambar yang terdiri atas dua baris atau lebih, jarak antar baris satu spasi. Pada daftar pustaka, jarak antar baris dalam satu pustaka satu spasi, sedangkan jarak antar pustaka dua spasi.

b. Batas tepi pengetikan naskah

Ketentuan batas- batas pengetikan naskah sebagai berikut.

Tepi atas : 4 cm

Tepi kanan : 3 cm

Tepi bawah : 3 cm

Tepi kiri : 4 cm

c. Pengetikan alinea baru

Pengetikan alinea baru dimulai pada ketukan keenam dari tepi kiri. Setiap alinea memuat satu penjelasan sebuah ide. Satu alinea sekurang-kurangnya terdiri dari dua kalimat.

B. Tatatulis

1. Pengetikan Bab, Subbab, dan Sub-subbab

a. Nama bab diketik dengan huruf kapital dengan jarak 4 cm dari tepi atas, Nomor urut bab ditulis dengan huruf romawi besar dan ditulis di tengah-tengah kertas di atas nama bab;

b. Pengetikan nama subbab dan nomor subbab dimulai dari tepi kiri. Huruf awal setiap kata dalam nama subbab ditulis dengan huruf kapital kecuali kata tugas. Nomor subbab ditulis menggunakan huruf kapital (A, B, C, dst);

c. Penomoran halaman naskah .

1) Penomoran halaman judul, persetujuan, surat pernyataan, pengesahan motto, persembahan, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar menggunakan angka romawi kecil ditempatkan pada bagian bawah tengah halaman;

2) Penomoran halaman pada bab I dan seterusnya digunakan angka arab dengan cara:

a) Pada bab I nomor halaman diketik di tengah bagian bawah;

b)

18

Pada halaman berikutnya diketik pada bagian kanan atas;

c) Penomoran rumus-rumus matematis

Naskah TAS atau TABS terdapat sejumlah rumus-rumus matematis, penomoran rumus digunakan angka arab yang ditempatkan di tepi kanan di antara tanda kurung.

4) Apabila suatu bab dipecah menjadi bagian-bagian kecil pemberian nomor

sebagai berikut:

a) Huruf kapital : (A, B, C, dst.);

b) Angka arab : (1,2,3, dst.);

c) Huruf kecil : (a,b, c, dst.);

d) Angka arab dengan tanda kurung buka: 1), 2), 3), dst);

e) Huruf kecil dengan tanda kurung buka: a), b), c), dst);

f) Angka arab dengan kurung buka dan kurung tutup: (1), (2), (3), dst);

g) Huruf kecil dengan kurung buka dan kurung tutup: (a), (b), (c), dst).

d. Penyajian tabel dan gambar

1) Tabel

Ketentuan penyajian tabel:

a. nomor tabel diletakkan setelah tulisan Tabel, diikuti dengan nama tabel;

b. nomor tabel ditulis dengan angka arab, berurutan, tanpa memandang dalam bab mana tabel disajikan;

c. tabel dibedakan menjadi dua macam, yaitu tabel dalam teks dan tabel dalam lampiran;.

d. tabel dalam lampiran diberi nomor dengan urutan tersendiri, mulai dari Tabel. 1 dan seterusnya;

e. tabel sedapat mungkin disajikan dalam satu halaman;

f. judul tabel diketik dengan huruf kapital untuk setiap kata, kecuali untuk kata tugas ditulis dengan huruf kecil. Contoh penulisan judul tabel. Tabel 1. Jumlah Barang Terjual Tahun 2010

2) Gambar

Gambar meliputi foto, grafik, diagram, peta, bagan, skema, dan objek lain yang sejenis dengan itu.Ketentuan penyajian gambar sebagai berikut:

a) tulisan gambar, nomor gambar, dan nama gambar diletakkan di bawah gambar, di tengah antara tepi kiri dan kanan, kecuali gambar tertentu yang memerlukan ketentuan lain;

b)

19

nomor gambar ditulis dengan angka arab berurutan tanpa memandang dalam bab mana gambar disajikan;

c) gambar disajikan dalam satu halaman (tidak boleh dipenggal menjadi dua halaman atau lebih

3) Kutipan

a) Ketentuan menulis kutipan

1) kutipan langsung ditulis sama persis dengan sumber aslinya, baik mengenai bahasa maupun ejaan;

2) kutipan yang terdiri dari empat baris atau lebih diketik satu spasi, dimulai lima ketukan dari tepi kiri;

3) kutipan yang panjangnya kurang dari empat baris dimasukkan ke dalam teks, diketik seperti ketikan teks, diawali dan diakhiri dengan tanda petik “…” .

4) apabila pengutip memandang perlu menghilangkan beberapa bagian kalimat, pada bagian itu diberi ellipses (tiga titik berderet).

5) apabila pengutip bermaksud memberikan penjelasan yang dianggap penting harus memberikan keterangan yang merupakan pendapatnya dan dituliskan di antara tanda kurung.

b) Cara Menulis Sumber Kutipan Langsung

Sumber kutipan langsung ditulis dengan menyebutkan nama pengarang (untuk orang asing hanya nama keluarga), dan untuk orang Indonessia disesuaikan dengan tulisan pada buku, tahun terbitan, dan nomor halaman yang dikutip. Contoh (Bailey, 1978: 12).

c) Cara Menulis Sumber Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang tidak sama persis dengan aslinya.

Pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip dalam kalimat yang disusun sendiri oleh pengutip. Kutipan tersebut ditulis dua spasi, dengan menyebut: nama pengarang, tahun terbitan, dan halaman yang dikutip.

Contoh : (1) (Safrit, 2002: 10-12).

(2) Menurut Safrit (2002: 11-14) ……….

4) Penulisan Daftar Pustaka

a) Ketentuan penulisan daftar pustaka sebagai berikut:

(1) daftar pustaka diurutkan secara alfabetis menurut nama pengarang;

(2) daftar pustaka tidak perlu diberi nomor urut.

b) Penulisan Buku

Penulisan mengikuti urutan: nama pengarang, tahun penerbitan. judul buku. Tempat penerbitan, dan nama penerbit. Penulisan nama pengarang diawali dengan nama akhir pengarang, yaitu nama keluarga (Surname). Nama lain atau huruf singkatannya (initials) ditulis di belakang nama akhir dan dipisahkan dengan tanda koma. Inisial ditandai dengan titik di belakangnya. Apabila pemilik nama tersebut berperan sebagai penyunting buku, di belakang nama diberi tanda (ed).

Contoh:

(1) Buku dengan pengarang satu orang

Oliva, Peter F. (1992). Developing the Curriculum. 3”.ed.

New York: Harper Collins.

Moleong, Lexy J. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif.

Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

(2) Buku dengan pengarang dua orang

Strunk, W., Jr., & White, E.B. (1979). The Elements of Style. 3"'. ed.

New York : Macmillan.

Paul, Richard & Elder, Linda. (2001). Critical Thinking. New York:

Prentice Hall.

(3) Buku dengan pengarang tiga orang

Nadler, D., Gerstein, M.S. & Shaw R.B. (1992). Organizational

Architecture: Design for Changing Organizations. San Fransisco:

Jossey-Bass.

Beer, M., Einstant, R.A., & Spector, B. (1990). The Critical Path to

Corporate Renewal. Boston: Harvard Bussiness School Press.

(4) Buku dengan pengarang lebih dari tiga orang

Mohrman, A.M. et al. (1989). Large-scale Organizational Change.

San Francisco: Josse-Bassy.

21

Senge, Peter. et. al. (2000). School that Learn. New York: Dubleday.

(5) Buku yang disunting

Popkewitz, Thomas S. & Fendler, Lynn (eds). (1999). Critical Theories

in Education. New York: Routledge.

Elmore, R.F (ed). Restructuring School: The Next Generation of

Educational Reform. San Francisco: Jossey-Bass.

(6) Buku yang direvisi

Cohen, J. (2000). Statistical Power Analysis for the Behavioral Science.

rev.ed. New York: Academic Press

(7) Buku terjemahan

Gardner, Howard. (2003) Kecerdasan Majemuk: Teori dalam Praktik.

(Alih bahasa: Drs. Alexaander Sindoro). Batam Center: Penerbit Interaksara

c)Artikel Jurnal

Penulisan artikel dalam jurnal mengikuti urutan: nama pengarang, tahun penerbitan, judul artikel, nama jurnal, nomor jurnal, dan halaman.

Contoh:

(1) Artikel dengan satu pengarang

Abdur Rahman As'ari. (2001). "Penggunaan Strategi Pemampatan dalam

Pembelajaran Matematika." Jurnal MIPA (Nomor 1 tahun 30). Hlm. 1-14.

(2) Artikel dengan dua pengarang

Sarmino dan Husain Haikal. (2001). "Segi Kultural Religius Perpindahan

Keraton Kartasura ke Surakarta." Jurnal Penelitian dan Evaluasi.

4(IIl).Hlm. 103-121.

(3) Artikel Majalah

Contoh:

Tatang lskarna. (2002). ”Diaspora dan Postkolonialisme".

Ekspresi. Hlm. 20- ­21.

(4) Artikel Surat Kabar

Contoh:

Abdurahman Wahid. “Islam, Agama Populer atau Elitis”

Kompas (6 September 2002). Hlm.4.

d) Penelitian, Tesis, Disertasi yang diterbitkan

22

(1) Contoh yang diterbitkan:

Foster-Havercamp.M.E.(1982).

"An Analysis of the Relationship between Preservice Teacher Training and

Directed Teaching Performance”. Doctoral dissertation. University of

Chicago. 1981. Dissertation Abstract International. 42.4409A.

Djemari Mardapi, dkk. (1994). "Daya Prediksi Tes Masuk IKIP Jakarta

terhadap Prestasi dan Lama Studi Mahasiswa Pascasarjana IKIP

Yogyakarta” Abstrak Hasil Penelitian IKIP Yogyakarta.

Yogyakarta:Lembaga Penelitian.

(2) Penelitian, Tesis, Disertasi yang tidak diterbitkan.

Contoh:

Ryeson. J.F. (1983). "Effective Management Training: Two Models."

Unpublished master's thesis. Clarkson College of Technology.

Postdam. N.Y.

Suparno, dkk. (1988). "Studi Experimental Metode Membaca PQRS

dan Metode Membaca STUDY terthadap Mahasiswa Jurusan

Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS IKIP Yogyakarta.”

Laporan Penelitian. IKIP Yogyakarta.

Nandang Supriyatna. (2001). "Daya Prediksi Nilal Rapor dan

STTB terhadap Prestasi Belajar Jalur PMDK FPTK UPI”

" Tesis tidak diterbitkan. PPs ­UNY.

e)Unduhan dari internet :

Contoh: NASPE. (2006) Moving into the Future: National Standards for Physical Education, 2nd Edition”. Diambil dari: http://www aahperd. org/naspe/template.cfm/template= =publications- nationalstandard 3.html, pada tanggal 06 Mei 2006

. C. Etika penyusunan Tugas Akhir

Tugas Akhir yang berkualitas merupakan tuntutan setiap lembaga pendidikar tinggi, untuk menghasilkan tugas akhir tersebut diperlukan kriteria ilmiah, persyaratan administratif, dan etika penyusunan tugas akhir.

Ketaatan yang tinggi terhadap norma etis dalam perencanaan dan pelaksanaan penyusunan Tugas Akhir merupakan hal yang sangat penting.

23

a. Penyusun Tugas Akhir perlu menghargai integritas dan humanitas kajian yang

mencakup tiga bidang pokok:

1. Proteksi subyek dari hal-hal yang merugikan. baik fisik, mental, dan sosial;

2. Menghargai hak-hak subyek untuk mengetahui hakikat dan tujuan penelitian, dan hak untuk memberikan atau tidak memberikan persetujuan untuk berpartisipasi,

3. Menghargai terhadap rahasia pribadi subyek.

b. Pertimbangan-pertimbangan etis yang perlu dipenuhi oleh penyusun Tugas Akhir

adalah:

1) Kejujuran Akademik

a) Menyantumkan secara jelas semua sumber yang dijadikan acuan atau dimanfaatkan dalam kajian, dan memperoleh izin penggunaan apabila diperlukan.

b) Penyusun TAS atau TABS harus melaporkan kajiannya sesuai keadaan sebenarnya.

2) Keterbukaan Bersedia menerima kritik atau masukan demi peningkatan kualitas hasil kajiannya.

3) Tidak memaksa dan merugikan subjek Apabila subjek kajian adalah manusia, partisipasi subyek harus bersifat sukarela. Subjek tidak boleh dipaksa, disinggung perasaannya, atau dirugikan secara material atau nonmaterial.

4) Menjaga kerahasiaan subyek . Menjaga keamanan dan keselamatan subyek dengan tidak mempublikasikan nama dan identitas subyek yang dikaji, kecuali seizin yang bersangkutan.

 

 

 

 

 

 

24

 

 

Lampiran 1 : Contoh Halaman Sampul

 

PENGARUH PENGAMBILAN KEPUTUSAN SECARA BERPARTISIPASI, KEMANDIRIAN, TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, DAN KERJA SAMA DALAM MANAJEMEN MUTU BERBASIS SEKOLAH TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA SMK KELOMPOK BISNIS DAN MANAJEMEN

DI YOGYAKARTA

 

 

 

 

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta

untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan/ Sarjana Ekonomi ( untuk non pendidikan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh:

CHERYL ZAHRA AULIA P.

0604324007

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2011

 

 

 

25

 

 

Lampiran 2

Lembar Pengesahan Proposal untuk Diseminarkan

 

PENGARUH PENGAMBILAN KEPUTUSAN SECARA BERPARTISIPASI, KEMANDIRIAN, TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, DAN KERJA SAMA DALAM MANAJEMEN MUTU BERBASIS SEKOLAH TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA SMK KELOMPOK BISNIS DAN MANAJEMEN

DI YOGYAKARTA

 

 

 

PROPOSAL SKRIPSI

 

 

 

 

Oleh:

CHERYL ZAHRA AULIA P.

0604324007

 

 

 

 

Telah disetujui dan disahkan untuk diseminarkan oleh

Pembimbing Skripsi Program Studi Pendidikan Akuntansi

Jurusan Pendidikan Akuntansi

Pada tanggal 1 Agustus 2011

 

 

 

 

Dosen Pembimbing

 

 

 

 

 

 

Prof. Dr. Aliyah Rasyid Baswedan

NIP. 19400320 196509 2 001

 

 

 

26

 

 

Lampiran 3

Lembar Pengesahan Proposal telah Diseminarkan

 

PENGARUH PENGAMBILAN KEPUTUSAN SECARA BERPARTISIPASI, KEMANDIRIAN, TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, DAN KERJA SAMA DALAM MANAJEMEN MUTU BERBASIS SEKOLAH TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA SMK KELOMPOK BISNIS DAN MANAJEMEN

DI YOGYAKARTA

 

 

PROPOSAL SKRIPSI

 

 

Oleh:

CHERYL ZAHRA AULIA P.

0204324007

 

Telah diseminarkan oleh

Nara Sumber Skripsi Program Studi Pendidikan Akuntansi

Pada tanggal 30 Agustus 2011

 

 

 

Dosen Pembimbing

 

 

 

 

 

Prof. Dr. Aliyah Rasyid Baswedan

NIP. 19400320 196509 2 001

 

 

 

Wakil Dekan I

 

 

Suhadi Purwantara, M.Si.

NIP. 19591129 198601 1 001

 

27

 

 

Lampiran 4 :

Format Halaman Persetujuan Dosen Pembimbing Untuk Diujikan

 

PENGARUH PENGAMBILAN KEPUTUSAN SECARA BERPARTISIPASI, KEMANDIRIAN, TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, DAN KERJA SAMA DALAM MANAJEMEN MUTU BERBASIS SEKOLAH TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA SMK KELOMPOK BISNIS DAN MANAJEMEN

DI YOGYAKARTA

 

 

SKRIPSI

 

Oleh:

CHERYL ZAHRA AULIA P.

0604324007

 

 

Telah disetujui dan disahkan

Pada tanggal 1 Oktober 2011

 

 

 

Untuk dipertahankan di depan Tim Penguji Skripsi

Program Studi Pendidikan Akuntansi

Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Yogyakarta

 

Disetujui

 

 

Dosen Pembimbing,

 

 

 

 

 

Prof. Dr. Aliyah Rasyid Baswedan

NIP. 19400320 196509 2 001

 

 

28

 

 

Lampiran 5

Contoh Halaman Motto dan Persembahan

M O T T O

 

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu mengubah keadaan mereka sendiri” ( Q.S. Ar Ra’d: 11).

 

“Barang siapa menginginkan kebahagiaan di dunia harus mencapainya dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan kebahagiaan di akhirat harus mencapainya dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan kebahagiaan keduanya maka harus mencapainya dengan ilmu”. (HR. Thabrani)

 

 

 

 

 

 

 

 

P E R S E M B A H A N

 

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karya sederhana ini penulis persembahkan kepada:

 

1. Ibu dan ayahku yang senantiasa mengiringi langkahku dengan segala daya dan doa.

2. Kakak-kakakku yang tersayang yang tiada henti memberi motivasi.

 

 

 

 

 

 

 

29

 

 

lampiran 6. Contoh Surat Pernyataan

 

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

 

Yang bertanda tangan di bawah ini,

 

N a m a : Cheryl Zahra Aulia P.

N.P.M : 0604324007

Program Studi : Pendidikan Akuntansi

Fakultas : Ekonomi

Judul Tugas Akhir : PENGARUH PENGAMBILAN KEPUTUSAN SECARA BERPARTISIPASI, KEMANDIRIAN, TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, DAN KERJA SAMA DALAM MANAJEMEN MUTU BERBASIS SEKOLAH TERHA-DAP PRODUKTIVITAS PADA SMK KELOMPOK BISNIS DAN MANAJEMEN DI YOGYAKARTA

 

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini benar-benar karya saya sendiri. Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau diterbitkan orang lain kecuali sebagai acuan atau kutipan dengan mengikuti tata penulisan karya ilmiah yang telah lazim.

 

Yogyakarta, 14 Oktober 2011

Penulis,

 

 

 

Cheryl Zahra Aulia P.

NIM. 0604324007

 

 

 

 

30

 

 

Lampiran 7 : Format Halaman Pengesahan

 

PENGESAHAN

 

Skripsi yang berjudul:

PENGARUH PENGAMBILAN KEPUTUSAN SECARA BERPARTISIPASI, KEMANDIRIAN, TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, DAN KERJA SAMA DALAM MANAJEMEN MUTU BERBASIS SEKOLAH TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA SMK KELOMPOK BISNIS DAN MANAJEMEN DI YOGYAKARTA

yang disusun oleh:

CHERYL ZAHRA AULIA P.

NIM 0604324007

telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 14 Oktober 2011 dan dinyatakan lulus.

 

DEWAN PENGUJI

 

Nama Kedudukan Tanda Tangan Tanggal

.................. Ketua Penguji Merangkap Penguji ..................... .............

.................. Penguji Pendamping Merangkap Sekretaris ..................... .............

.................. Penguji Utama ...................... ............

 

 

Yogyakarta, 14 Oktober 2011

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta

Dekan,

 

 

Dr. Sugiharsono, M.Si

NIP. 19550328 1983 1 002

31

 

 

Lampiran 8. Contoh Abstrak

Contoh Abstrak dalam bahasa Indonesia

 

AUDIT OPERASIONAL PADA FUNGSI PERSONALIA

DI RSU PATMASURI BANTUL

 

 

Oleh :

DHIAN PRIHANITA SOFIANSYAH

06412144021

ABSTRAK

 

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada RSU Patmasuri. Penelitian ini mempunyai dua tujuan utama. Pertama, bertujuan untuk menilai efektivitas fungsi personalia yang meliputi: perencanaan sumber daya manusia, analisis jabatan, penarikan tenaga kerja (rekruitment), pelatihan dan pengembangan pegawai, kinerja dan penilaian prestasi pegawai, sistem imbalan (kompensasi), motivasi kerja, perlindungan tenaga kerja, pemeliharaan hubungan tenaga kerja (partisipasi kerja), dan pemutusan hubungan kerja. Kedua, untuk menilai ketaatan manajemen terhadap peraturan-peraturan yang dibuatnya sendiri maupun peraturan pemerintah.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan mendeskripsikan penilaian efektivitas pada fungsi personalia berdasarkan hasil perbandingan antara criteria, causes dan effect.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat beberapa kelemahan yang dapat menyebabkan efektivitas pada fungsi personalia belum dapat tercapai. Kelemahan tersebut ditemukan pada perencanaan sumberdaya manusia dan analisis jabatan yang sudah tidak dilakukan lagi, perekrutan pegawai yang kurang selektif karena tidak ada standar IPK dan kelengkapan adsministrasi, kinerja pegawai yang kurang disiplin dalam penggunaan jam kerja, sistem penilaian prestasi kinerja yang hasilnya tidak disampaikan secara terbuka serta transparan bahkan beberapa tahun belakangan ini sudah tidak dilakukan lagi, sistem imbalan atau kompensasi yang khususnya pada pemberian seragam yang sudah tidak dilakukan lagi, dan yang terakhir pada perlindungan tenaga kerja mengenai Jamsostek yang hanya diberikan pada pegawai tetap. Berdasarkan temuan kelemahan-kelemahan ini, kemudian diajukan beberapa saran yang dapat digunakan sebagai masukan bagi perusahaan dalam memperbaiki dan mengembangkan fungsi personalia di masa yang akan datang.

 

32

Lampiran 9 :

Contoh Abstrak dalam bahasa Inggris

 

 

THE OPERATIONAL AUDIT OF THE PERSONNEL FUNCTION IN RSU PATMASURI BANTUL

 

 

By:

DHIAN PRIHANITA SOFIANSYAH

06412144021

 

 

ABSTRACT

 

This research is descriptive-qualitative research by using case study approach conducted in RSU Patmasuri. This research has two main objectives. First, it aimed to estimate effectiveness of personnel function which involves: the human resources planning, the position analysis, the recruitment of employee, job training and the development, performance and personnel achievement evaluation, reward system (compensation), job motivation, employee protection, the employee relationship of maintenance (job participation), and termination of employment. Second, it is to estimate the management obedience of the rules made by the company itself or the government.

The method of collecting data used in this research is interview, observation, documentation, and literary study. Method of analizing data used in this research is qualitative analysis. Qualitative method is done by describing the effectiveness estimation to the personnel function based on the comparison output between criteria, cause, and effect.

Based on the research result, it is known there are many weaknesses caused effectiveness to the personnel function have not been reached. That weakness is found in human resources planning and position analysis which is not done to any further extent, the unselective employee recruitment since there is no standard of grade-point average and that the administration completeness, the less disciplined performance of personnel in using their working hours, the estimation system of the performance which the result is not announced on the opened way and transparent in fact many years recently is not done any longer, reward system or compensation which specifies on the uniform gift which is also not done anymore, and the last is the employee protection in case of Jamsostek which just given by the permanent employee. Based on those weaknesses finding afterward it is proposed some advices which can be used as input for the company in improving and developing the personnel function in the future.

 

 

 

 

 

33

Lampiran 10

Contoh Kata Pengantar

 

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur peneliti panjatkan kepada Allah SwT atas segala limpah, rahmat, dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir Skripsi yang berjudul “ Audit Operasional Pada Fungsi Personalia Di RSU Patmasuri Bantul” dengan lancar. Penulis menyadari sepenuhnya, tanpa bimbingan dari berbagai pihak, Tugas Akhir Skripsi ini tidak akan dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terimakasih yang tulus kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Rohmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.

2. Bapak Sardiman A.M., M.Pd., Dekan FISE UNY yang telah memberikan ijin penelitian untuk keperluan penyusunan skripsi.

3. Ibu Rr. Indah Mustikawati, M.SI., Ak., dosen pembimbing yang telah dengan sabar memberikan bimbingan dan pengarahan selama penyusunan skripsi.

4. Bapak dr. Soedjatmiko Soemitro, Direktur RSU Patmasuri Bantul yang telah memberikan ijin penelitian di RSU Patmasuri Bantul.

5. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah memberikan dorongan serta bantuan selama penyusunan tugas akhir ini.

Semoga semua amal baik mereka dicatat sebagai amalan yang terbaik oleh ALLAH SWT. AMIIN. Akhirnya harapan peneliti mudah-mudahan apa yang terkandung di dalam penelitian ini bermanfaat bagi semua pihak.

Yogyakarta, 14 Desember 2011

Penulis,

 

Dhian Prihanita Sofiansyah

NIM. 06412144021

 

 

34

Lampiran 11. Contoh Daftar lsi

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR JUDUL

i

ABSTRAK …………………………….……………………………….

ii

ABSTRACT ………………………………..……………………………

iii

LEMBAR PENGESAHAN …………….……………………………...

iv

KATA PENGANTAR………………………………………………….

v

DAFTAR ISI……………………………………………………………

vii

DAFTAR TABEL …….…………………………………………..........

ix

DAFTAR GAMBAR …….…………………………………………......

xi

DAFTAR LAMPIRAN .…………………………………………..........

xii

BAB I. PENDAHULUAN ............................................................. 1

A. Latar Belakang Masalah .................................................. 1

B. Identifikasi Masalah ......................................................... 7

C. Pembatasan Masalah ........................................................ 8

D. Rumusan Masalah ............................................................ 8

E. Tujuan Penelitian .............................................................. 9

F. Manfaat Penelitian ............................................................ 10

BAB II. KAJIAN TEORI DAN PENELITIAN YANG RELEVAN 11

A. Kajian Pustaka .................................................................. 11

1. Produktivitras Sekolah.................................................. 11

2. Pola manajemen............................................................. 14

a. Pengertian Manajemen.............................................. 16

b. Kepala Sekolah ......................................................... 19

2. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) ........................... 24

a. Pola Manajemen Berbasis Sekolah ........................... 56

b. Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah ................. 61

3. Kepala Sekolah dalam Era MPMBS ............................ 67

4. Kinerja kepala Sekolah ................................................. 69

B. Penelitian yang Relevan .................................................. 71

35

C. Kerangka Berpikir ........................................................... 75

D. Paradigma Penelitian........................................................ 77

BAB III. METODE PENELITIAN .................................................... 80

A.Desain Penelitian............................................................... 84

B. Definisi Penelitian............................................................. 87

C. Subjek dan Objek Penelitian ............................................ 91

D.Teknik Pengumpulan Data................................................. 92

F. Teknik Analisis Data......................................................... 100

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.................. 110

A. Hasil Penelitian

1. Data Umum.................................................................. 116

2. Data Khusus.................................................................. 120

a. Efektivitas Kinerja Kepala Sekolah .......................... 122

b. Efektivitas Pengambilan Keputusan Partisipatif ...... 125

c. Efektivitas Kemandirian Kepala Sekolah.................. 127

d. Efektivitas Transparansi Kepala Sekolah ................. 130

e. Efektivitas Akuntabilitas Kepala Sekolah ................ 138

f. Efektivitas Kerjasama Kepala Sekolah...................... 140

B. Pembahasan ...................................................................... 143

BAB V SIMPULAN DAN SARAN…………….………………..... 155

A. Kesimpulan……………………………………………….. 159

B. Implikasi............................................................................ 162

C. Saran........……………………………………………….. 164

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 169

LAMPIRAN .......................................................................................... 172

 

 

 

 

 

 

 

36

Lampiran : 12

Contoh Daftar Tabel

DAFTAR TABEL

 

Halaman

Tabel 1. Variabel Penelitian ................................................................ 47

2. Kisi-kisi Variabel Kinerja Kepala Sekolah SMK ................. 50

3. Hasil Uji Validasi Butir Kuesioner ...................................... 52

4. Hasil Perhitungan Reliabilitas Kuesioner.............................. 53

5. Nilai Mentah Kriteria Nilai 1-10 .......................................... 54

6. Rentangan Nilai Efektivitas Kinerja Kepala Sekolah secara

Keseluruhan dan per variabel beserta kriterianya ................ 55

5. Rentangan Nilai Efektivitas Kinerja Kepala Sekolah dan

Kriterianya ............................................................................ 56

6. Distribusi Frekuensi Nilai-nilai Efektivitas Kinerja Kepala

Sekolah ................................................................................. 57

7. Rentangan Nilai Efektivitas Pengambilan Keputusan

Partisipatif Kepala Sekolah dan Kriterianya ........................ 58

8. Distribusi Frekuensi Nilai Efektivitas Pengambilan Keputusan

Partisipatif Kepala Sekolah .................................................. 59

9. Rentangan Nilai Efektivitas Kemandirian Kepala Sekolah dan

Kriterianya ........................................................................... 59

 

 

 

37

Lampiran 13 :

Contoh Daftar Gambar

 

DAFTAR GAMBAR

 

Halaman

Gambar 1. Efektivitas Kinerja Kepala Sekolah di SMK Kota Yogyakarta 56

............ 2. Efektivitas Pengambilan Keputusan Partisipatif Kepala

Sekolah................................................................................. 58

............ 3. Efektivitas Kemandirian Kepala Sekolah ........................... 60

............ 4. Efektivitas Transparansi Kepala Sekolah............................. 61

......... 5. Efektivitas Akuntabilitas Kepala Sekolah........................... 63

........... 6. Efektivitas Kerjasama Kepala Sekolah............................... 64

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

38

Lampiran 14 :

Contoh Daftar Lampiran

 

DAFTAR LAMPIRAN

 

Halaman

Lampiran 1. Data Uji Validitas Butir dan Reliabilitas ............................... 43

............ 2. Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner ............................................ 47

............ 3. Hasil Uji Validitas Butir Kuesioner ...................................... 50

............ 4. Frequencies Statistiks ............................................................ 52

............ 5. Frequencies Tabel Kinerja ..................................................... 52

............ 6. Output SPSS 90 Uji Prasarat Analisis dan Uji Validitas....... 54

............ 7. Instrumen Penelitian .............................................................. 57

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

39

 

 

Lampiran 15 :

Contoh Tabel

 

 

Tabel 4. Tabel Data Sekolah Menengah Kejuruan di Bantul

 

No.

Nama Sekolah

Program Keahlian yang Dibuka

1.

SMK 17 BANTUL
JL. BANTUL, MELIKAN LOR BANTUL Telp. 0274 368212

Akuntansi

Sekretaris

7.

SMK MA'ARIF 2 PIYUNGAN
JL. PIYUNGAN PRAMBANAN KM. 01MUNGGUR, SRIMARTANI PIYUNGAN Telp. 0274 7472049

Tata Busana

8.

SMK MA'ARIF KRETEK
Tegalsari, Donotirto Telp. 0274 368480

Teknik Mekanik Otomotif

9.

SMK MUHAMMADIYAH 1 BAMBANGLIPURO
Jl. Samas 2,4 Kanutan Telp. +62274766214

Teknik Bodi Otomotif

10.

SMK MUHAMMADIYAH 1 BANTUL
MANDING TRIRENGGO BANTUL Telp. 0274 7480038

Teknik Audio-Vidio

Teknik Mesin

11.

SMK MUHAMMADIYAH 2 BANTUL
Bejen, Bantul Telp. 0274 637191

Sekretaris

Penjualan

 

Sumber :

 

 

40

 

 

Lampiran 16 :

Contoh Gambar atau Grafik

 

 

 

Gambar 3. Perkembangan Jumlah SMK di DIY

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

41

 

 

Lampiran 17

Contoh Daftar Pustaka

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Ary D. Jacobs, L. C. & Razvieh, A. (1985). Introduction to Research in Education. New York: Holt, Rinehart and Winston

 

Bemandian, John H, & Russed Joyce E. (1993). Human Resource Management. Singapore: McGraw-Hill. Inc

 

Brown, Daniel, J. (1990). Decentralization and School - Based Managemen., London: The Folmer Press.

 

Budi Santoso. (2000). Kisi-kisi Instrumen Penelitian. Jakarta: Depdiknas.

 

Departemen Pendidikan Nasional. (2001). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah: Konsep dan pelaksanaan. Jakarta: Dirjen Diskadmen.

 

Fullan, Michael. (1993). The Meaning of the Education Change. London: Cassel Education Limited

 

Guthrie, J, & Reed, R.J. (1991). Educational Administration and Policy: Effective Leadership for American Education. Boston: Allyn and Bacon.

 

Hersey dan Blocardd. (1997). Leadership Follower Situational Variabels, "Suatu Konsep Pemberian Pengaruh terhadap Aktifitas Individu atau Kelompok dalam Usahanya yang Mengarah pada Pencapaian Tujuan".

 

Isnan Rahmanto. (2000). Penilaian Kinerja dan Imbalan suatu Altematif Keluar dari Krisis, Isna, Artikel 001. (Website http://www.web.id/jima/isma-Ext diakses 22 Juni 2002).

 

LAN. (1990). Pedoman Penyusunan Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

 

 

 

 

 

42

Lampiran 18

Contoh Kartu Bimbingan Tugas Akhir

 

KARTU MONITORING BIMBINGAN TUGAS AKHIR

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

NO. REG:.................................................................TAHUN............................................

DOSEN PEMBIMBING: I.........................................................NIP...................................

II.........................................................NIP..................................

MASA STUDI HINGGA:....................................................................................................

JUDUL TUGAS AKHIR: ............................................................................................... ................................................................................................

PROSES PEMBIMBINGAN

NO

MATERI BIMBINGAN

SARAN PEMBIMBING

TANGGAL/

PARAF DOSEN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yogyakarta,

Mahasiswa

 

......................

NIM...............

 

Kaprodi Pembimbing I Pembimbing II

 

 

..................... ........................ .......................

NIP. NIP. NIP.

 

43

 

44

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH)

Disampaikan oleh : Ismani M.Pd.

 

 

A. Penelitian Tindakan

Penelitian tindakan adalah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya. Seluruh proses, telaah, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pengaruh menciptakan hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dan perkembangan profesional.

Lebih lanjut penelitian tindakan kelas adalah penelitian tindakan yang dilakukan dikelas dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran dikelasnya. Kelas merupakan sekelompok siswa menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama.

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas menggabungkan tindakan bermakna dengan prosedur penelitian yang merupakan suatu upaya memecahkan masalah sekaligus mencari dukungan ilmiah.

1. Prinsip Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas

a. Karena tugas utama guru adalah mengajar, maka pelaksanaan penelitian tidak boleh mengganggu atau menghambat kegiatan pembelajaran

b. Metodologi yang digunakan harus reliabel artinya terencana dengan cermat sehingga tindakan dapat dirumuskan dalam suatu hipotesis tindakan yang dapat diuji di lapangan.

c. Permasalahan yang dipilih harus menarik, nyata, tidak menyulitkan, dapat dipecahkan, berada dalam jangkauan peneliti untuk melakukan perubahan dan peneliti merasa terpanggil untuk meningkatkan diri.

d. Pengumpulan data tidak mengganggu atau menyita waktu terlalu banyak.

e. Metode dan teknik yang digunakan tidak terlalu menuntut baik dari kemampuan guru itu sendiri ataupun dari segi waktu.

f. Harus memperhatikan etika penelitian, tatakrama penelitian dan rambu-rambu pelaksaan yang berlaku umum seperti yang diteliti harus dihormati kerahasiaannya, semua yang terkait setuju dengan prinsip-prinsip penelitian, harus ada laporan dan lain-lain.

g. Kegiatan penelitian pada dasarnya harus merupakan gerakan yang berkelanjutan (on-going), karena cakupan peningkatan dan pengembangan sepanjang waktu menjadi tantangan.

2. Karakteristik Penelitian TIndakan Kelas

45

Karakteristik penelitian tindakan kelas dapat diidentifikasikan sebagai berikut :

a. Situasional artinya berkaitan langsung dengan permasalahan yang kongkrit dihadapi guru dalam kesehariannya. Hal ini dapat berkaitan dengan mendiagnosis masalah dalam konteks tertentu. Masalahnya diangkat dari praktek pembelajaran keseharian yang dapat dirasakan oleh guru atau siswa atau keduanya.

b. Kontekstual artinya upaya penyelesaian atau pemecahannya demi peningkatan mutu pendidikan, prestasi siswa, profesi guru dan mutu sekolah tidak terlepas dari konteksnya dengan cara merefleksi diri yaitu sebagai praktisi dalam pelaksanaan tugas-tugas kesehariannya sekaligus secara sistemik meneliti dirinya sendiri

c. Bersifat kolaboratif dan partisipatif antara guru, siswa dan individu lain yang terkait dalam proses pembelajaran yaitu suatu satuan kerja sama secara langsung atau tidak langsung dengan perspektif berbeda. Misalnya bagi guru demi meningkatkan profesionalismenya, bagi siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Kolaborasi diartikan sebagai kerja sama saling tukar menukar ide untuk melakukan aksi dalam rangka memecahkan masalah.

d. Bersifat self-evaluatif (evaluatif dan reflektif) yaitu kegiatan modifikasi yang dilakukan secara kontinu,dievaluasi dalam situasi yang ada dan terus berjalan, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan perbaikan dalam praktik yang dilakukan guru.

e. Bersifat fleksibel dan adaptif (luwes dan menyesuaikan) memungkinkan adanya perubahan selama masa percobaan. Adanya penyesuaian menjadikan prosedur yang cocok untuk bekerja di kelas yang memiliki banyak kendala yang melatarbelakangi masalah-masalah di sekolah. Penelitian Tindakan Kelas lebih menekankan sifat tanggap dan pengujicobaan serta pembaharuan ditempat kejadian

f. Penelitian tindakan kelas memanfatkan data pengamatan dan perilaku empirik yaitu menelaah ada tidaknya kemajuan sementara penelitian dan proses pembelajaran terus berjalan, semua informasi yang ada dikumpulkan, diolah, didiskusikan, dinilai oleh beberapa individu yang terkait untuk melakukan tindakan. Perubahan kemajuan dicermati dari waktu ke waktu dengan melakukan evaluasi formatif.

g. Sifat dan sasaran penelitian tindakan kelas adalah situasional-spesifik, tujuannya pemecahan masalah praktis. Dengan demikian temuan-temuannya berguna dalam dimensi praktis tidak dapat digeneralisasi sehingga tidak secara langsung memiliki andil pada usaha pengembangan ilmu. Kajian permasalahan, prosedur pengumpulan data dan pengolahannya dilakukan secermat mungkin dengan mendasarkan pada keteguhan ilmiah.

3.

46

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas.

a. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan agar guru atau tenaga kependidikan dapat memperbaiki mutu kinerja atau meningkatkan proses pembelajaran secara kesinambungan, yang pada dasarnya melekat pada terlaksananya misi profesional pendidikan yang diemban oleh guru. Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas merupakan salah satu cara yang strategis dalam memperbaiki kinerja guru dalam meningkatkan layanan pendidikan atau pembelajaran. Hal ini dicapai melalui refleksi untuk mendiagnosis keadaan. Melakukan analisis-sintesis-interpretasi-eksplanasi dalam refleksi dan kemudian mencobakan alternatif tindakan serta evaluasi efektivitasnya dan merupakan kegiatan daur ulang tindakan.

b. Penelitian Tindakan Kelas untuk mengembangkan kemampuan/ ketrampilan guru untuk menghadapi permasalahan yang nyata dalam proses pembelajaran di kelasnya dan atau di sekolahnya sendiri. Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas dapat merupakan alat untuk memecahkan masalah yang didiagnosis dalam situasi tertentu.

c. Penelitian Tindakan Kelas dapat digunakan sebagai alat untuk memasukkan inovasi pada pembelajaran kedalam sistem yang ada karena sulit dilakukan oleh upaya pembaharuan yang dilakukan pada umumnya.

 

4. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian yang dilakukan semuanya mempunyai tujuan yakni untuk meningkatkan, melibatkan, dan mengembangkan pembelajarannya. Penelitian Tindakan Kelas mempunyai tujuan meningkatkan :

a. Praktik pembelajaran, yang berarti guru makin diberdayakan mengambil prakarsa profesional yang semakin mandiri.

b. Kemampuan profesional, berarti pemberdayaan guru menuju profesionalisme guru, dengan segala upaya, ketulusannya, dan kemandiriannya mengembangkan model- model pembelajaran yang baru dan diujicobakan di kelasnya.

c. Peningkatan situasi tempat pengalaman praktik, berarti guru berani menggunakan hal-hal yang baru dengan segala risiko yang mungkin terjadi dalam mencobakan hal-hal yang baru diduga akan memberikan perbaikan serta peningkatan.

5. Perbedaan penelitian tindakan kelas dengan penelitian konvensional

47

Berdasarkan uraian tersebut di atas tampak bahwa ada perbedaan antara penelitian tindakan kelas dengan penelitian konvensional, penelitian yang biasa dilakukan misalnya penelitian persiapanmenulis skripsi). Secara garis besar perbedaannya sebagai berikut:

 

 

No.

Aspek

Penelitian Konvensional

Panel Tindakan Kelas

1.

Masalah

Masalah dan hasil amatan pihak lain

Masalah yang dirasakan dan dihadapi peneliti sendiri dalam melak sanakan tugas

2.

Tujuan

Menguji hipotesis, membuat generalisasi, mencari explanasi

Melakukan perbaikan, peningka tan dalam pembelajaran untuk menuju peningkatan

3.

Manfaat/ Kegunaan

Tidak langsung dan sifatnya sebagai saran

Langsung dapat dirasakan dan dinikmati oleh konsumen/ subyek penelitian

4.

Teori

Digunakan sebagai dasar perumusan hipotesis

Digunakan sebagai dasar untuk memilih aksi/solusi tindakan berikutnya

5.

Metodologi

Menuntut paradigma penelitian yang jelas

Bersifat fleksibel

 

 

Langkah kerja punya kecende rungan linier

Langkah kerja bersifat siklik dan setiap siklik terdiri tiga tiga tahapan

 

 

Analisis dilakukan setelah data terkumpul

Analisis terjadi saat proses setiap siklus

 

B. Desain Penelitian Tindakan Kelas.

Peningkatan mutu pendidikan saat ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak sebab keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan terutama oleh keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini dapat dicapai bila pendidikan yang dilaksanakan juga berkualitas. Melalui kegiatan Penelitian Tindakan Kelas diharapkan meningkatnya profesionalisme guru yang sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan serta sumber daya manusia.

Salah satu kegiatan untuk mengatasi masalah yang terdapat di dalam kelas melalui Penelitian Tindakan Kelas. Beberapa model atau desain Penelitian Tindakan Kelas adalah:

1. Model Kurt Lewin

Model Kurt Lewin menjadi acuan dari berbagai model penelitian tindakan karena Kurt Lewin yang pertama kali memperkenalkan penelitian tindakan atau action research. Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas yang lain ada yang mengacu pada model Kurt Lewin. Komponen pokok dalam penelitian tindakan Kurt Lewin yaitu :

a. Perencanaan (planning)

b. Tindakan (acting)

c.

48

Pengamatan (observing)dan

d. Refleksi (reflecting)

 

2. Model Kemmis & Taggart.

Konsep dasar yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin dan dikembangkan oleh Kemmis & Mc.Taggart. Komponen tindakan (acting) dengan pengamatan (observing) dijadikan menjadi satu kesatuan karena menurut Kemmis & Taggart (1988) pada kenyataannya kedua komponen tersebut merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan karena kedua kegiatan haruslah dilakukan dalam satu kesatuan waktu. Begitu berlangsungnya suatu kegiatan dilakukan, kegiatan observasi harus dilakukan sesegera mungkin.

Model Kemmis & Taggart bila dicermati pada hakekatnya berupa perangkat- perangkat atau untaian-untaian dengan satu perangkat terdiri dari empat komponen yaitu : perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Untaian-untaian tersebut dipandang sebagai suatu siklus. Oleh karena itu pengertian siklus di sini adalah putaran kegiatan yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Banyaknya siklus dalam penelitian tindakan kelas tergantung dari permasalahan yang perlu dipecahkan.Jika suatu penelitian mengkaitkan materi pelajaran dan tujuan pembelajaran dengan sendirinya jumlah siklus untuk setiap mata pelajaran melibatkan lebih dari dua siklus bahkan mungkin dapat mencapai lima atau enam siklus.

 

C. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas.

Untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas, perlu kita ikuti langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan yaitu :

1. Identifikasi Masalah dan Merumuskan Masalah

Kriteria dalam menentukan masalah adalah :

a. Masalahnya harus penting bagi orang yang mengajukan masalah dan sekaligus signifikan.

b. Masalah yang diajukan hendaknya dalam jangkauan penanganan

c. Pernyataan harus mengungkapkan beberapa dimensi fundamental

2. Analisis Masalah

Langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah menganalisis masalah untuk mengetahui dimensi-dimensi problem yang mungkin ada untuk mengidentifikasi aspek aspek penting.

3. Merumuskan hipotesis tindakan

49

Langkah selanjutnya setelah merumuskan masalah adalah mengkaji teori-teori dan hasil penelitian yang relevan (jika ada) yang berkenaan dengan masalah yang diajukan untuk merumuskan hipotesis.

4. Penyusunan Rencana Tindakan.

Dari kajian kepustakaan dan landasan pemikiran dapat dituangkan dalam perumusan hipotesis yang tersirat didalamnya tindakan apa yang akan dilakukan dalam penelitian tersebut.

Rencana tindakan hendaknya memuat informasi tentang :

a. Apa yang diperlukan untuk menentukan pemecahan masalah yang telah dirumuskan.

b. Alat atau teknik apa yang diperlukan sebagai pengumpul data

c. Rencana perekaman data

d. Rencana pengolahan data

e. Rencana untuk melaksanakan tindakan

f. Rencana untuk mengevaluasi

g. Pelaksanaan Penelitian

h. Refleksi

i. Analisis Data

j. Pelaporan Hasil

D. Sistematika Proposal Penelitian Tindakan

Salah satu model sistimatika proposal Penelitian Tindakan Kelas berisi :

1. Judul

Judul penelitian tindakan kelas sebaiknya menyatakan secara akurat dan padat akan permasalahan yang dipilih serta bentuk tindakan apa yang dilakukan peneliti dalam upaya menyelesaikan masalahnya. Formulasi judul hendaknya:

a. mencerminkan masalah

b. mencerminkan upaya tindakan yang akan dilakukan

c. singkat, jelas dan mudah untuk dipahami.

2. Pendahuluan

a. Latar Belakang Masalah

Latar belakang hendaknya menguraikan urgensi penanganan masalah yang diajukan dalam penelitian. Dukungan dari hasil-hasil penelitian terdahulu akan memberikan landasan yang kokoh dalam argumentasi mengenai urgensi maupun signifikansi permasalahan yang akan ditangani melalui tindakan kelas yang diajukan. Secara garis besar latar belakang masalah berisi uraian :

1) fakta-fakta pendukung,

2) argumentasi teoritik tentang tindakan yang akan dipilih,

3)

50

hasil penelitian terdahulu ( jika ada ) dan

4) alasan pentingnya penelitian ini dilakukan.

b. Rumusan Masalah.

Berisi uraian komprehensif yang menjelaskan : kesenjangan antara situasi yang diinginkan dengan yang ada dan dapat dipecahkan, siapa penyebab kesenjangan, dan rancangan tindakan pembelajaran yang mempunyai landasan konsepsual. Rumusan masalah dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya .

c. Tujuan Penelitian

Dirumuskan secara tegas tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian tindakan ini, dan obyektif. Keberhasilannya dapat dicek secara mudah.

d. Manfaat Hasil Penelitian.

Berisi manfaat atau sumbangan yang diperoleh dari hasil penelitian yang menyangkut : siswa, guru pelaksana penelitian maupun guru pada umumnya, sekolah, pengembang kurikulum, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) ataupun khasanah ilmu.

3. Kajian Teoritik dan Hipotesis Tindakan

Berisi teori yang dapat menjustifikasi suatu tindakan yang akan dilakukan berdasarkan : kajian teori yang relevan sebagai uraian yang mendasari penelitian tindakan, dengan tindakan akan terjadi perubahan, perbaikan atau peningkatan, dan tindakan yang akan dilakukan tertuang dalam hipotesis yang biasanya dinamakan hipotesis tindakan.

4. Rancangan/Metode Penelitian

a. Setting Penelitian berisi karakteristik lokasi, karakteristik subyek penelitian, karakteristik matapelajaran.

b. Rencana Tindakan/Persiapan penelitian berisi penjelasan tentang berbagai input instrumental yang akan digunakan untuk memberi perlakuan dalam penelitian tindakan.

Uraiannya meliputi : perencanaan (berupa : skenario tindakan, penggandaan alat, personel yang terlibat, dan lainnya), pelaksanaan tindakan, rencana perekaman/ pencatatan data dan pengolahannya, analisis dan refleksi (meliputi : prosedur analisis, refleksi, dampak tindakan perbaikan, dan prosedur tindakan).

5. Jadwal Penelitian

51

Berisi penjelasan kegiatan yang akan dilakukan, waktu dimulai pelaksanaan sampai dengan pelaporan. Biasanya ditampilkan dalam bentuk matriks kegiatan.

6. Daftar Pustaka

Menunjukkan pustaka/sumber yang betul-betul digunakan dalam penyusunan proposal dan disusun secara alfabetis.

7. Lampiran dan lainnya yang dipandang perlu

Lampiran berisi :

a. Biodata dari ketua dan anggota tim peneliti

b. Instrumen yang digunakan

c. Lain-lain.

E. Daftar Pustaka

 

52

PENELITIAN MENGENAI PERANCANGAN SISTEM

Oleh: Diana Rahmawati

 

Pedoman ini disusun guna memberikan acuan bagi mahasiswa yang mengambil topik penelitian mengenai perancangan sistem. Pada dasarnya secara umum ketentuan/ aturan dalam penelitian mengenai perancangan sistem tetap mengacu pada Pedoman Penyusunan TAS yang berlaku, ditambah beberapa ketentuan khusus untuk perancangan. Berikut Sistematika TAS untuk penelitian perancangan sistem :

  1. Pendahuluan
    1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah hendaknya mengemukakan mengenai masalah-masalah/kendala-kendala sistem yang lama yang dialami perusahaan dan alasan logis perlunya dikembangkan/ dirancang sistem yang baru yang lebih baik.

  1. Identifikasi Masalah

Berisi tentang masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan berkaitan dengan sistem yang telah diterapkan perusahaan

  1. Pembatasan masalah

Pembatasan masalah untuk penelitian perancangan sistem berisi tentang batasan sistem yang akan dirancang termasuk didalamnya ruang lingkup penerapan sistem yang akan dirancang

d. Rumusan Masalah

Dirumuskan secara jelas mengenai masalah yang berkaitan dengan perancangan sistem

e. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai hendaknya disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan.

  1. f. Manfaat Penelitian

Berisi manfaat atau sumbangan baik secara teori maupun praktis yang akan diperoleh dengan adanya perancangan sistem tersebut.

2. Kajian Pustaka

  1. Tinjauan pustaka

Dikemukakan teori-teori yang menunjang yang digunakan sebagai dasar untuk pengembangan /perancangan sistem termasuk tinjauan teori mengenai perancangan yang akan dikembangkan.

  1. Penelitian yang relevan

Berupa penelitian-penelitian terdahulu yang digunakan sebagai acuan referensi dalam merancang sistem.

  1. Kerangka Berpikir

53

Kerangka berpikir dalam perancangan sistem berbeda dengan kerangka berpikir dalam penelitian umum mengenai hubungan antar variabel. Kerangka berpikir untuk perancangan sistem berisi penjelasan logis mengenai perlunya dikembangkannya sistem yang baru yang lebih baik dan berisi tentang perancangan sistem yang akan dilaksanakan oleh peneliti termasuk perancangan yang akan dilakukan nanti seperti apa dan apa yang akan dirancang.

  1. Pertanyaan Penelitian

Berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti dan akan dijawab didalam hasil penelitian.Pertanyaan penelitian merupakan rincian dari rumusan masalah yang telah dikemukakan.

  1. Tahapan Pengembangan Sistem

Dijelaskan bagan tahapan-tahapan yang akan dilaksanakan dlam mengembangkan sistem yang baru.

  1. Metode Penelitian
    1. Jenis Penelitian

Dijelaskan bahwa perancangan sistem ini masuk dalam jenis penelitian apa

  1. Tempat dan Waktu Penelitian

Berupa penjelasan mengenai tempat pelaksanaan perancangan sistem dan waktu yang dibutuhkan untuk merancang sistem dari tahap awal sampai implementasi sistem.

  1. Subjek dan Objek Penelitian

Dijelaskan subjek penelitian yang menjadi penelitian beserta objek yang akan digunakan untuk dasar perancangan sistem yang baru.

  1. Definisi Operasional

Karena didalam perancangan sistem tidak ada variabel yang diteliti, maka pada bagian ini dijelaskan definisi operasional dari sistem yang akan saudara rancang dan perancangan sistem baru.

  1. Tehnik Pengumpulan Data

Dijelaskan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data-data untuk keperluan perancangan sistem (observasi, dokumentasi, wawancara dan sebagainya)

  1. Instrumen Penelitian

Dujelaskan secara lugas instrument yang saudara gunakan untuk perancangan sistem misalkan daftar pertanyaan wawancara.

  1. Tehnik Analisis Data

Dalam tehnik analisis data dijelaskan secara konkrit tehnik/ cara-cara yang digunakan untuk menganalisis data. Dalam perancangan sistem dijelaskan tehnik yang digunakan untuk menganalisis sistem, cara yang digunakan untuk merancang sistem termasuk perancangannya akan seperti harus dijelaskan secara konkrit. Disamping itu dijelaskan pula cara / tahapan–tahapan yang akan dilakukan untuk mengimplementasikan sistem baru yang dirancang.

  1. 54

    Hasil Penelitian dan Pembahasan

Dalam hasil penelitian berisi penjelasan (jawaban) tentang pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diajukan pada bab sebelumnya. Dijelaskan pula secara detail implementasi sistem termasuk didalamnya tampilan-tampilan menu hasil rancangan sistem saudara. Disamping itu dijelaskan pula hasil evaluasi setelah saudara melaksanakan implementasi termasuk kendala-kendala sistem / kelemahan sistem yang saudara temukan pada saat implementasi. Dalam pembahasan saudara melakukan pembahasan / memaknai hasil penelitian yang sudah diperoleh.

5. Kesimpulan dan Saran

Dalam kesimpulan dijelaskan simpulan hasil penelitian yang saudara laksanakan. Saudara hendaknya mengungkapkan keterbatasan-keterbatasan yang saudara alami/temukan pada saat merancang sistem baru. Saran hendaknya berisi perbaikan kedepannya secara konkrit baik untuk perusahaan maupun bagi perancangan selanjutnya dan dapat dilaksanakan.